Cerita Orang Tua Memindahkan Gunung

Pada masa lampau, ada orang tua hidup di sisi sebuah gugusan gunung yang selalu berada dalam bayang-bayang. Masalahnya, ada dua gunung besar di depan pintu rumahnya yang menghalangi cahaya matahari masuk ke rumahnya.

Suatu hari orang tua tersebut memanggil anak-anak lelakinya dan berkata kepada mereka "Mari pergi dan memindahkan gunung-gunung itu dengan mencangkulnya, sehingga cahaya matahari bisa masuk ke rumah kita tanpa terhalang".

Seorang tetangga yang mendengar rencana ini menganggapnya lucu. Dia bilang kepada orang tua tadi, "Aku tahu bahwa kamu itu bodoh. Bahkan aku tak pernah sadar bahwa kebodohan mu tak terbatas. Bagaimana mungkin di bumi ini untuk memindahkan gunung-gunung tinggi itu hanya dengan mencangkulnya".

Orang tua tadi menjawab dengan penuh keseriusan, "Ya, kamu benar. Tetapi ketika aku mati, anak-anakku akan mencangkulnya, dan setelah mereka meninggal, anak-anak mereka akan mencangkulnya. Proses tersebut akan terus berlangsung beberapa keturunan. Gunung, seperti yang kau tahu, ukurannya tak akan bertambah, sementara setiap cangkulan akan mengurangi ukurannya, dan pada akhirnya dengan cara ini, akan datang masanya ketika kami berhasil memindahkan rintangan-rintangan ini".

Kekuatan untuk menyelesaikan masalah, selalu lebih berarti dibanding masalah itu sendiri. Ketika masalah tak terbatas banyaknya, penyelesainnya juga tak terbatas. Selalu ada banyak pendekatan yang berbeda, yang secara alami bermacam-macam, baik dalam skala dan kompleksitasnya.

Cerita di atas merupakan gambaran yang indah tentang betapa perlunya perbuatan-perbuatan utama. Tidak hanya rencana jangka panjang tetapi keinginan dan ketetapan untuk melaksanakan rencana tersebut menjadi kenyataan. Bagi seseorang yang memiliki ketetapan jiwa, untuk melaksanakan rencana mereka dari satu generasi ke generasi berikutnya, bekerja terus menerus dan ulet, maka sesungguhnya tak ada gunung atau sungai di bumi yang tak bisa mereka tundukkan.



loading...

Leave a Comment