HATI-HATI FORMALIN! Waspadai Keberadaannya Pada Produk-Produk Rumah Tangga

Formalin dapat menyebabkan sakit perut, pusing, muntah, dan yang lebih parah lagi dapat menyebabkan kematian. Selain terhirup melalui udara, seseorang dapat terpajan formalin dari makanan dan minuman.

Paparan jangka pendek dari kontak fisik dengan formalin dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata berair. Selain itu, formalin ditengarai bersifat karsinogen, yaitu dapat menyebabkan kanker, terutama pada paparan jangka panjang.

Apa yang Dimaksud dengan Formalin?
Formalin sudah sangat umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila digunakan secara benar, formalin akan banyak kita rasakan manfaatnya, misalnya sebagai antibakteri atau pembunuh kuman dalam berbagai jenis keperluan industry, yakni pembersih lantai, kapal, gudang dan pakaian, pembasmi lalat maupun berbagai serangga lainnya.

Dalam dunia fotografi biasanya digunakan sebagai pengeras lapisan gelatin kertas. Formalin juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk urea, bahan pembuatan parfum, pengawet produk kosmetika, pengeras kuku dan bahan untuk industry busa. Formalin boleh juga dipakai sebagai pencegah korosi untuk sumur minyak.

Di bidang industry kayu, formalin digunakan sebagai bahan perekat untuk produk kayu lapis (plywood). Dalam konsentrasi yang sangat kecil (<1 persen) digunakan sebagai pengawet untuk berbagai barang konsumen seperti pembersih rumah tangga, cairan pencuci piring, pelembut, perawat sepatu, shampoo mobil, lilin dan karpet.

Di dalam industri perikanan, formalin digunakan untuk menghilangkan bakteri yang biasa hidup di sisik ikan. Formalin diketahui sering digunakan dan efektif dalam pengobatan penyakit ikan akibat ektoparasit seperti fluke dan kulit berlendir. Meskipun demikian, bahan ini juga sangat beracun bagi ikan. Ambang batas amannya sangat rendah sehingga terkadang ikan yang diobati malah mati akibat formalin daripada akibat penyakitnya. Formalin banyak digunakan dalam pengawetan sampel ikan untuk keperluan penelitian dan identifikasi.

Di dunia kedokteran, formalin digunakan dalam pengawetan mayat yang akan dipelajari dalam pendidikan mahasiswa kedokteran maupun hewan. Untuk pengawetan, biasanya digunakan formalin dengan konsentrasi 10%.

Oleh karena itu, rumah bisa menjadi sumber keberadaan formalin dengan kadar paling tinggi, terutama pada rumah yang baru selesai dibangun atau baru saja direnovasi.

Bagi Anda yang suka merokok, formalin juga ditemukan pada asap rokok.

Dampak Formalin Bagi Kesehatan
Selain yang telah disebutkan di awal, masih ada dampak negatif dari zat ini. Formalin yang terhirup dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan. Bagi Anda yang menderita bronkitis dan asma kemungkinan memiliki sensitif yang lebih tinggi terhadap formalin. Begitu juga dengan penderita penyakit kronis lainnya tidak dapat menerima paparan formalin sekuat orang yang berkondisi sehat.

Radang tenggorokan, batuk, dan mimisan adalah gejala-gejala yang mungkin timbul jika Anda terpapar senyawa kimia ini.

Formalin juga diketahui sebagai salah satu zat pemicu kanker. Sejauh ini, penelitian memang belum membuktikan berapa kadar formalin yang tepat untuk dapat dikatakan sebagai pemicu kanker, namun makin tinggi kadar kadar formalin yang masuk ke tubuh, maka makin tinggi pula risiko terkena kanker, terutama kanker hidung dan tenggorokan.

Ibu hamil dan bayi di dalam kandungan juga harus waspada terhadap paparan formalin. Sementara itu, anak-anak dan lansia dianggap lebih sensitif terhadap formalin dan mungkin akan lebih mudah sakit bila terpapar zat ini.

Saat ini banyak orangtua mengkhawatirkan akan kandungan formalin pada vaksin. Padahal sebenarnya pada vaksin, kadar formalin jauh lebih kecil daripada yang terbentuk secara alami di dalam tubuh. Sebagai perbandingan, vaksin dengan dosis tunggal memiliki kadar formalin paling tinggi yang besarnya 50-70 kali lebih rendah dibandingkan dengan kadar formalin yang terbentuk alami pada tubuh bayi baru lahir. Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian. Jadi, Anda tidak perlu khawatir karena formalin pada vaksin aman bagi tubuh.

Kadar Formalin yang Diizinkan di Berbagai Negara di Dunia
Di negara-negara Uni Eropa, produk dengan kadar formalin lebih dari 0,05 persen harus mencantumkan informasi bahwa produk tersebut mengandung formalin. Di negara-negara ini formalin memang diperbolehkan untuk digunakan pada berbagai produk, asalkan kadarnya tidak melebihi 0,2 persen.

Di Amerika Serikat, formalin boleh digunakan pada kayu dengan kepadatan menengah, kayu lapis keras, dan papan partikel dengan kadar formalin 0,09 ppm. Meski demikian, Kanada menyatakan bahwa formalin adalah zat beracun.

Sementara itu di Indonesia pada 2011, pemerintah pernah mendapatkan beberapa jenis makanan yang beredar di pasaran mengandung formalin dengan kadar 10 ppm. Biasanya formalin digunakan pada makanan untuk mencegahnya mudah rusak atau busuk. Oleh karena itu, pemakaian formalin dengan kadar yang tinggi adalah ilegal.

Cara Mencegah dan Mengurangi Paparan Formalin
Anda disarankan melakukan hal-hal ini untuk mengurangi paparan formalin:

  • Apabila secara tiba-tiba Anda mencium bau gas yang menyengat padahal tidak sedang menyalakan api, segeralah menjauh dari tempat tersebut.
  • Jagalah sirkulasi udara di dalam rumah tetap segar dengan cara membuka jendela lebar-lebar, terutama selama pagi hingga sore hari.
  • Buatlah suhu di dalam rumah pada suhu terendah yang masih nyaman.
  • Ajak anak-anak dan orang lanjut usia untuk banyak menghirup udara segar di luar, terutama jika mereka menderita asma atau penyakit kronis lainnya.
  • Jangan merokok di dalam ruangan. Lebih baik jika menghentikan kebiasaan merokok sepenuhnya.
  • Jika Anda sedang menggunakan insektisida atau produk pembersih,pastikan menggunakannya di udara terbuka.
  • Cuci tangan dan bersihkan tubuh dengan air dan sabun setelah menggunakan insektisida atau produk pembersih.
  • Formalin bersifat larut dalam air, karena itu cucilah bahan makanan dengan benar sebelum dimasak.
  • Masaklah makanan dengan baik karena kandungan formalin bisa hilang pada saat proses pemanasan makanan.
  • Jika membeli ikan, pilih yang masih segar. Hindari ikan yang sudah kaku karena kemungkinan menggunakan formalin.

Menurut penelitian, formalin ditemukan juga pada beberapa produk bayi, seperti sampo, sabun, dan losion bayi. Pada umumnya, zat ini terbentuk pada saat proses produksi. Oleh karenanya, Anda mungkin tidak dapat benar-benar menghindarkan anak-anak dari paparan formalin. Meskipun demikian, setidaknya Anda tetap bisa berusaha meminimalkan paparan zat ini.

 

loading...

Leave a Comment