Kisah Dua Wanita yang Berbeda Dalam Bertindak

Posted on 2015-10-11 11:04



Suatu hari, ada dua orang wanita memasuki toko pakaian. Ternyata pemilik toko lagi bad mood sehingga tidak melayani dengan baik, malah terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut. Wanita pertama jelas jengkel menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, wanita kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.

Wanita pertama bertanya, “Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual menyebalkan itu?”

Lantas dijawab, “Mengapa saya harus mengizinkan dia menentukan cara saya dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas hidup kita, bukan orang lain”

“Tapi ia melayani dengan buruk sekali,” bantah wanita pertama.
 
“Itu masalah dia. Kalau dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh tidak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita, padahal kitalah yang bertanggung-jawab atas diri kita,” jelas wanita kedua.

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau orang melakukan hal buruk, Δ·ita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi dan sebaliknya.
Kalau orang tidak sopan,kita akan lebih tidak sopan lagi.
Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit, kalau harus berurusan dengan orang itu.
Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Sementara, kita sendirilah yang bertanggung-jawab atas segala akibat perbuatan kita.

Kalau direnungkan, mengapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu?
Jagalah suasana hati, jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak!
Kitalah yang sesungguhnya sang penentu. Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.

Jadilah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.





loading...




"Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya." - Ibnu Attailllah as Sakandari





Artikel Lainnya
X
Like & Share