Menjadi Seperti Gelas atau Danau? Semuanya Tergantung Dirimu Sobat :)

Posted on 2015-10-12 19:35



Alkisah ada seorang pemuda yang selalu datang mengeluh kepada gurunya yang sudah tua. Guru itu pun bosan selalu mendengar keluhannya, jadi suatu pagi ia menyuruh pemuda yang tidak bahagia itu membawakan dua genggam garam. Ketika pemuda itu kembali dengan menggenggam garam di kedua tangannya, sang guru pun memerintahkan pemuda itu untuk menaruh segenggam garam ke dalam segelas air lalu meminta sang pemuda meminumnya.
"Bagaimana rasanya?" tanya sang guru.
"Tidak enak" jawab pemuda itu.

Sang guru pun terkekeh, lalu berjalan tanpa kata menuju ke danau terdekat sambil diikuti pemuda itu. Sampai di tepi danau guru kembali meminta pemuda itu untuk menaruh segenggam garam lainnya di danau. Sang murid mengayunkan tangannya ke danau, menaburkan garamnya.
Sang guru berkata, "Sekarang minumlah dari danau itu."

Ketika air danau yang ia ambil dan telah ditelannya, sang guru bertanya, "Bagaimana rasanya?"
"Enak!" jawab sang murid.
"Apakah kau merasakan asinnya?" tanya sang guru.
"Tidak" kata si pemuda.

Sang guru pun duduk di samping pemuda yang menghadapi masalah kehidupan itu, meraih tangan sang pemuda, dan berkata, "Sakitnya kehidupan adalah garam murni, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah rasa sakit dalam kehidupan tetap sama, sama persis. Tetapi jumlah rasa sakit yang kita rasakan tergantung pada wadah yang kita gunakan untuk menyimpannya.

Jadi, ketika kau sedang terluka, satu-satunya hal yang bisa kau lakukan adalah memperbesar rasamu akan segala hal.
Berhentilah menjadi gelas. Jadilah danau."



loading...




"Aku heran kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya." - Salman al Farisi





Artikel Lainnya
X
Like & Share